Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Aku tak menduga

kau lakukan ini pada diriku

Aku tak percaya

kau telah melukai hatiku

 

engkau telah membuatku hancur dengan ulahmu

pahamilah kini bila ku menjauhi dirimu

kerena ku tahu kini dia mencintaimu

dan ternyata kau pun mencintainya sejak dulu

 

harapanku memang terlalu besar padamu

hingga tak memperdulikan perasaanmu padaku

yang sebenarnya tak pernah ada cintamu untukku

tapi hanya pelampiasan cintamu

 

cintaku kini musnah untuk dirimu yang meninggalkanku

setiaku kini punah untukmu yang mengkhianatiku

semoga engkau bahagia bersama dengan piilihanmu

dan biarkanlah aku disini dengan kepingan cinta dan setiaku

Perasaan ini terlalu manis untuk disudahi

tapi juga terlalu pahit untuk dijalani

tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi

dan aku harus jalani

 

Engkau memang ku sayangi

bahkan terlalu ku sayangi

namun aku harus mengerti

dengan keadaan ini

 

Aku tak mungkin bersamamu

karena aku tahu

ada seseorang yang telah memilikimu

dan itu tak bisa aku pungkiri

 

Kini aku merasa terjebak dengan perasaanku ini

rasa yang datang dari lubuk hati ku

rasa yang kian hari tumbuh berseri

untuk selalu memiliki dirimu

 

Biarkanlah aku dengan perasaanku

tak perlu engkau hiraukan hatiku

biarkanlah aku tetap begini adanya

berharap memiliki mu meski itu sulit adanya

 

Mungkin hanya dengan puisi ini

aku bisa mencurahkan isi hati ini

hingga engkau dapat mengerti

betapa engkau ku sayangi

 

Tapi kini aku mohon sebuah kemafaan

yang telah hadir di antara kalian

Akulah yang pantas untuk disalahkan dalam hal ini

ku akui ini dengan sepenuh hati

Aku tahu rasa ini harusnya tak ada

Tapi aku pun tak berdaya dibuatnya

Perasaan ini tiba-tiba ada

Mengakar di lembah hati yang membara

 

Oh Tuhan,

Mengapa aku harus mencintainya

Disaaat aku mendambakan seorang wanita

Engkau hadir menawarkan bahagia

Hingga ku larut dalam buaian cinta

 

Oh Tuhan,

Mengapa harus dirinya

Disaat seperti begini keadaannya

Disaat dirimu telah berpunya

Kau jerat diriku dengan cinta

 

Aku tahu ini tak semestinya berlaku

Karena engkau masih kekasih sahabatku

Harusnya aku tak pernah mengenalmu

Harusnya engkau tak menggodaku dengan cintamu

 

Kini kuterjebak antara sahabat dan cinta

Dia sahabatku dalam suka dan duka

Sedangkan engkau adalah wanita yang ku cinta

Aku pun tak dapat memilih keduanya

 

Mungkin aku harus merelakanmu

Karena ku tahu dia sangat mencintaimu

Maka biarkanlah diriku dengan perasaanku

Karena ku kan berusaha tak lagi mencintai dirimu

Tak sekali pun aku berhasil melukis wajahmu

Setiap aku coba selalu gagal karena sesuatu

Begitu pun juga dengan air matamu

Telah seribu kali ku coba tetap saja ku tak mampu

 

Jejak langkahmu pun kini ku rasa

Semakin hari semakin menghilang

Di atas tanah yang basah oleh air mata

Hingga ku rasa cintaku terbuang

 

Aku mungkin tak bisa memilikimu

Begitu juga dengan cinta dan sayangmu

Tapi apakah ku salah mengharap dirimu

Walau ku tahu kau sulit untuk mencintaiku

 

Aku mungkin terlalu egois pada mu

Ataukah perasaan cintaku yang terlalu besar untukmu

Ku tahu engkau telah memiliki kekasih hatimu

Namun tetap saja ku mengharap cinta kasihmu

 

Biarkanlah ku telan kepahitan cinta ku

Ku tak mau merusak kisah cintamu

Tapi ku juga ingin bersamamu

Memiliki seutuhnya cinta dan kasihmu

 

Mungkin cinta memang selalu begini

Terkadang kita harus merelakan

Orang yang kita cinta dan sayangi

Bersama dengan orang lain

Ranting kering itu seperti hidupku

Masih kurasa perih dari patahan sebelumnya

Sakit, panas terik matahari kemarin mengguyurku

Membuatku benar-benar lemah tak berdaya

 

Saat ku melihat matamu

Ku hanya mampu terdiam saja dan terpaku

Tatapanmu begitu keras menamparku

Dingin bagai bola salju meluncur dari bola matamu

 

Ku ingin mengerti setiap tingkahmu

Ku ingin mendengar setiap ucapmu

Meski terkadang aku melihat pucat dirimu

Seperti matahari senja di pojok matamu

 

Tapi aku percaya bila suatu saat nanti

Itu akan menjadi cahaya pagi

Seperti cahaya pagi ini memantulkan keharumanmu

Melukis bayang wajahmu tepat di wajahku

Butiran butiran embun pagi hari itu

Menghiasi kuncup bunga yang tersenyum malu

Satu per satu menghilang menguap oleh hangat mentari pagi itu

Satu lagi menghias, dari tetes air matamu saat aku berdiri di sampingmu

 

 

Berlahan wajahmu menyambut tatapanku

Seuntai air kembali menetes di bunga itu

Saat lesung pipi menghias wajahmu

Tak dapat lagi menampung tetesan air itu

 

Telapak tangan kasarku berlahan membeku

dalam genggam jemarimu yang begitu lembut itu

Kuulurkan tangan untuk mengerti bentuk rasa itu

Tanda ku ingin berbagi dengan dirimu

 

 

Ada bola salju meluncur dengan derasnya

Tubuhku pun menggigil seketika

Kini aku baru mengerti ternyata air mata itu

uap dari bola salju yang meluncur di bola matamu

 

 

Namun kulihat, tubuhmu tak menggigil seperti tubuhku

Betapa  anggun kamu menahan dingin di hidupmu

 

Begitu redah daya tahanku di hadapanmu

Hingga aku hanya mampu mengedipkan mata padamu

 

Dengan perlahan genggaman jemariku

 

Ku lepaskan dari jari tangan itu

Ku satukan tubuh dalam dekapmu

Berharap ku dapat rasakan kehangatanmu

 

 

Namun perlahan kau berbalik dan berjalan pergi

Sutera putih melambai dihembus angin pagi

Dedaunan dan warna warni bunga menari sepi

Aku hanya diam merangkai harap masih ada keindahan esok hari

Malam selalu terasa begitu gelap

Hingga membuat ku terperangkap

Dalam kegelapan yang begitu pekat

Hingga indahnya bulan tak terlihat

 

Langit pun seakan turut serta

Menghajar diriku dengan tusukan tajam

Cahaya bintang mulai menampakkan indahnya

Namun tetap saja ku rasa perih yang mendalam

 

Jagad raya ini pun kemudian tertawa

Melihat diri ku terkapar tak berdaya

Dalam gelisah yang terus melanda

Dalam kesunyian yang tak kunjung sirna

 

Kini semua seolah telah tahu

Aku terdiam seakan membeku

Diterjang badai salju  kerinduanku

Rindu akan sosok dirimu di sisiku

 

Tapi tak satupun yang membantuku

Adakah yang akan membawaku ke hatimu

Seperti saat ku temukan dirimu dalam nafasku

Menghembuskan lafas cinta mu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.